Minggu, 12 Desember 2010

Game Berhadiah Menelpon

Semua penghuni tampak menikmati menu yang telah disiapkan oleh Adit.
Suasana berbuka puasa di rumah karantina terlihat sangat damai. Semua penghuni tampak menikmati menu yang telah disiapkan oleh Adit.

Usai berbuka, peserta penghuni pun melaksanakan salat tarawih bersama dengan khusyuk. Tak ada yang salah dengan suasana di rumah karantina, hingga tiba-tiba terjadi keributan di antara Erick dan Adit.

Erick menuduh Adit mempermainkan perasaan Demi yang mempunyai perasaan khusus terhadap Adit.

Adit tidak senang dengan apa yang diucapkan oleh Erick. Adu mulut pun terjadi di antara keduanyaAdit merasa telah disudutkan oleh Erick.
Keributan mereka memancing kedatangan Iin sebagai boss di Penghuni Terakhir kali ini. Iin coba menenangkan keduanya dan menyuruh mereka kembali ke kamarnya masing-masing.

Di kamar Jongos Adit menceritakan pertengkarannya dengan Erick kepada Demi. Adit mengatakan kalau Erick bicara tanpa ada bukti sambil memijit kaki Demi.

Adit menilai sikap Erick terlalu brutal dan ikut campur masalah pribadi orang lain.
Sementara itu di dekat jemuran tampak Erick dan boss Iin bicara serius masalah kedekatan Adit dan Demi.

Iin menyuruh Erick untuk tidak terus menyudutkan Adit karena menyangkut privasi orang lain.
Erick tetap mempertahankan argumennya kalau Erick tidak suka dengan Adit karena orang yang munafik. Erick tidak suka bila Demi dimainkan perasaannya oleh Adit.

Dan Erick pun meninggalkan Iin menuju ke kamar Jongos. Erick yang kaget melihat Haykal ada di kamar Jongos bersama Adit, sontak marah-marah.

Erick meminta Haykal tidak percaya dengan semua ucapan Adit. Iin mendekati Erick dan keduanya adu mulut.

Iin emosional dengan sikap Erick yang selalu bersikap kasar dan tak dapat dilunakan. Iin mengamuk makin menjadi-jadi.

Iin merasa dirinya sebagai Boss tak pernah dihargai oleh semua penghuni. Erick merasa bersalah dan mencoba menenangkan Iin, tapi Iin tak peduli dengan sikap Erick kepadanya.  

Di ruang tamu Erick, berusaha minta maaf kembali kepada Iin. Iin meminta Erick minta maaf sama Adit. Adit pun datang menghampiri Erick dan Iin.

Adit mengeluarkan keluhannya karena Erick dan Erwin sering menyudutkanya dengan membicarakannya di balakang Adit.

Iin kesal karena tak ada yang mau mengalah dan saling memaafkan. Iin kembali ke kamarnya dengan kesal.

Di kamar, Iin menangis dan woro pun datang menenangkannya. Iin tak mau diganggu dan menuruh Woro keluar dari kamar.

Iin duduk di pojok kamar sendiri. Hari ini para penghuni akan bermain game kelompok, untuk itu Iin selaku Boss membagi penghuni menjadi  2 kelompok dengan cara suit.
Bintang tamu kali ini adalah Restu Sinaga yang akan memberikan game kepada para penghuni.

Restu meminta para penghuni masuk ke dalam mobil untuk menuju ke lokasi gamenya. Game kali ini berbeda dengan game-game sebelumnya.

Game ini diadakan di hutan. Masing-masing kelompok harus melewati berbagai macam rintangan untuk merebut bendera yang berada di ujung alang rintang.

Kelompok yang berhasil mengumpulkan bendera paling banyak adalah pemenangnya.

Game master menjelaskan pemenang akan mendapatkan kesempatan menelpon sanak keluarga selama 20 menit. Boss Iin sendiri akan bergabung dengan kelompok biru.

Dengan 3 buah bendera yang didapat tim kuning dan 2 buah bendera yang didapat oleh tim biru. Suasana pun semakin meruncing.

Akhirnya game golden momen dimenangkan oleh tim kuning dan mereka berhak menelpon kepada siapa pun selama 20 menit. Woro tak terima timnya kalah karena tak bisa menelpon keluarganya di Surabaya. Tim biru pun diberi kesempatan untuk menelpon.

Erick menelpon pacarnya yang bernama Vero dan memintanya untuk nyekar ke makam mama Erick. Sementara itu, Alis tampak menelpon mamanya di Surabaya.

Melihat itu, erick merasa sedih karena Erick tak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Alis.
Demi menelpon mamanya dan Adit menelpon bapaknya. Cuma Cut dan Toni yang yang tidak bisa berkesempatan menelpon.

Cut sedih karena melihat penghuni bisa menelpon keluarga sementara dirinya tidak.
Game kelompok kali ini membangkitkan rasa kerinduan yang amat sangat penghuni kepada keluarganya.

Apalagi bagi mereka yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menelpon keluarganya. Woro sangat terpukul dengan kekalahan dalam game ini.

Game ini juga membuat Cut yang memenangkan game merasa gagal karena tak ada satu pun dari keluarganya yang bisa dihubungi. Cut merasa iri, terutama kepada Alis yang dapat menelpon mamanya.

Hal ini membuat emosi Cut tak stabil. Cut bercerita selama ini keluarganya tak pernah datang melihatnya di ekstradisi. Cut minta mama dan adiknya untuk datang ke ekstradisi nanti. Cut tak bisa lagi menahan tangisnya kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar