Baik Jeilan, Viktor, dan Haris tidak akan pernah menyangka penampilan mereka di audisi bisa sampai pada tahap final. Apalagi saat itu, Viktor harus bernyanyi dengan cara duduk karena menderita sakit.
“Memang saat itu saya kurang enak badan,“ ujar Viktor.
Tapi hal itu tidak membuat talenta ketiganya luput dari perhatian juri, sehingga mereka bisa melangkah ke semi final. Lagu Il Divo yang mereka bawakan masih segar dalam ingatan. Bisa dikatakan, Indonesia boleh bangga memiliki talenta suara hampir setara dengan grup besutan Simon Cowell itu.
“Nggak percaya kalau kami sebaik itu,“ ujar Jeilan merendah. “Tapi setelah melihat dukungan yang diberikan, terutama oleh para juri, kami akan berusaha tampil semaksimal mungkin,” tambahnya lagi.
Pujian itu bukan omong kosong. Penampilan mereka di semi final Indonesia's Got Talents menjadi bukti. Hanya ada satu kelemahan. Tidak semua lagu dapat dinyanyikan secara trio.
“Kami pun menyadari hal itu. Namun bila kita selalu menyanyikan lagu-lagu yang berwarna klasik, maka kami sendiri tidak tertantang,” Haris menjelaskan. “Bila kami nggak mencoba sekarang, kapan lagi?“ tambahnya.
Bukan Cinta Biasa milik Afgan menjadi menu utama The Brothers di malam final. Saat membawakan lagu tersebut, Jeilan sempat terhenti sejenak. Untunglah, Viktor langsung mengisi. Lagu itu pun tuntas dibawakan, walau aura The Brothers sebagai kelompok trio urung terlihat.
“Saya sempat lupa tadi,“ aku Jeilan.
Kelemahan itu langsung dikritik oleh para juri. Namun mama Ina mengerti tingkat kesulitan yang dihadapi The Brothers.
“Pesan saya, hati-hati dalam mengatur harmonisasi. Tidak semua lagu mudah dibawakan secara trio,“ ujar penyanyi senior ini.
Seakan ingin membuktikan keseriusan mereka akan segala masukan, The Brothers memberi kejutan pada penampilan di malam berikutnya. Berbusana ala penyanyi opera, Jeilan, Haris, dan Viktor bahu membahu membawakan lagu hits milik Dewa. Hasilnya? Roman Picisan menjadi lagu opera dengan nuansa romantik. Dahsyat!
Harga dari sebuah kompetisi tidak dapat dielakkan The Brothers. Polling sms mengharuskan mereka meninggalkan panggung final Indonesia's Got Talents.
“Bila kita harus pergi itu artinya tugas kita di Indonesia's Got Talents telah selesai. Untuk ke depannya, biar Yang Di Atas yang menentukan kemana langkah The Brothers,” ujar Viktor diplomatis. Yang jelas, jalan telah terbuka bagi trio kakak beradik ini untuk menyuarakan talenta mereka dunia. Bravo, the Brothers!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar