Terbatasnya kebutuhan logistik di rumah karantina, membuat para penghuni senang.
VIVAnews - Terbatasnya kebutuhan logistik di rumah karantina, membuat para penghuni senang. Karena penghuni bisa keluar rumah untuk belanja kebutuhan makanan untuk 1 minggu.
Tetapi, penghuni ditantang untuk menawar dengan uang yang telah ditentukan. Berbagai cara dilakukan para penghuni untuk mendapatkan berbagai macam makanan dengan dana yang minim.
Dia merayu penjual sayur agar bisa mengurangi harga sayurnya. Penjual sayur minta Dia dan Cut berdiri satu kaki dan mereka berhasil melakukan tantangan itu, sayur pun didapat.
Namun berbeda dengan Toni yang terus merayu penjual sayur. Tanpa sepengetahuan penjual sayur, Toni diam-diam menyembunyikan makanan dibalik bajunya.
Dan semua penghuni tampak tertawa melihat tingkah laku Toni yang melakukannya tanpa beban. Sedangkan Erwin tampak bekerja keras dan sulit menawar bahan makanan yang diinginkannya.
Penjual tetap dengan pendiriannya untuk tidak mudah barang dagangannya ditawar dengan rendah.
Penjual memberikan tantangan pada Erwin untuk makan kacang dan Erwin pun berhasil. Erwin menawar semua dagangan yang jual sambil mencium kaki si penjual.
Penghuni yang lainnya pun ikut membantu merayu agar si penjual memberikan potongan harga. Karena melihat semua penghuni tampak sangat membutuhkan bahan makanan, penjual sayur pun memberikan semuanya kepada mereka.
Para penghuni tampak gembira karena kebutuhan makanan kembali memadai. Tiba-tiba Game Master datang meminta pertanggungjawaban Toni karena telah mengambil bahan makanan penjual sayur, Toni pun meminta maaf atas tindakannya itu kepada penjual sayur.
Penghuni pulang dan memasukkan semua bahan makanan ke kulkas yang dibeli. Keberhasilan penghuni memborong semua bahan makanan, mempermudah mereka untuk bisa mengolah bahan dasar yang telah tersedia.
Ingin tahu bagaimana penghuni berbelanja. Ikuti terus Beranda PETIR setiap hari pukul 21.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar