Senin, 13 Desember 2010

Game Imun Menjelang Ekstradisi

Gelar imun memberikan secercah harapan bagi para penghuni.
VIVAnews - Menjelang ekstradisi, penghuni sangat menantikan pemilihan gelar imun. Sebab gelar imun memberikan secercah harapan bagi para penghuni untuk tetap diberi kesempatan bertahan di rumah karantina.

Game Master yang ditunggu pun datang. Game master membacakan hasil polling sms terendah para penghuni. Polling sms terendah, yaitu Dia, Demi, dan Iin. 

Game master mengajak para penghuni keluar untuk game memecahkan tali sampul yang sebelumnya telah diolesi oli.
Sebelum permainan, para peserta game harus mencelupkan kedua tangan mereka ke dalam wadah penuh dengan oli.

Berada dalam posisi terendah dan keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di rumah karantina membuat Dia sangat bersemangat dalam memecahkan tali simpul.
Semangat Dia pun membuahkan hasil dengan ditetapkannya Dia sebagai pemenang gelar imun. Demi terlihat kecewa dengan kemenangan Dia karena menurutnya tidak adil dengan perbedaan panjang tali para peserta.

Kru berusaha meyakinkan Demi dengan mengukur panjang tali. 
Dengan terpilihnya Dia menjadi pemegang gelar imun, Erick dan Toni khawatir Dia akan salah mengambil keputusan yang kontroversial seperti dalam mengekstradisi Angel.

Saat Erick dan Toni duduk bersama, datanglah Dia. Erick bertanya kepada Dia siapa orang yang akan ditukar nyawanya dengan Dia.

Dia memberi petunjuk bahwa pria itu ingin sekali pulang untuk menunggu kelahiran anaknya. Erick, Toni, dan Dia setuju dengan hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar