Jumat, 17 Desember 2010

To The Top, To The Point

Menghadapi persaingan dalam suatu kompetisi adalah hal yang wajar bagi To The Point. Karena di daerah asal mereka, Surabaya, aksi talenta mereka telah berkali-kali diganjar gelar kehormatan alias juara. To The Point membuktikan bahwa kehadiran mereka bukanlah pemanis belaka.

“Kita latihan serius, bahkan konsep sampai ke grand final telah kami siapkan,” ujar Pian menyikapi babak Top 12. Pragina Gong dan XO menjadi lawan yang tak bisa dianggap remeh. Apalagi di babak ini bercokol Young Boys dan Melita yang memiliki pendukung sms yang cukup loyal.  Walaupun demikian, To The Point juga telah menjelma menjadi dancer yang penuh kreatifitas. Mungkin hanya Pragina Gong yang mampu menyaingi formula kreatif mereka.

Dengan busana army look, Pian, David, Fanny, dan Inneke mengambil seting Perang Surabaya, lengkap dengan pidato Bung Tomo yang terkenal.  Rasa bangga akan kota tercintapun tercetak jelas dalam tarian mereka. Tapi bukan To The Point namanya, kalau tidak tampil maksimal. Kali ini bentuk helikopter yang mereka ciptakan! Dahsyat!

“Kami tetap menampilkan apa yang telah menjadi ciri khas To The Point,“ ujar David. “ Yaitu menciptakan koreo yang sesuai dengan tema yang diangkat. Hal itu menunjukan kami memiliki nilai lebih dari  dancer biasa,” tambah Pian.

Aksi mereka juga mengundang pujian dari para juri. Terutama Anjasmara.

“Kalian sudah layak diberi gelar raja dan ratu dance di Indonesia's Got Talents,” ujar juri yang juga produser program TV ini.

Langkah To The Point dinilai cukup berhasil. Konsep koreografi lengkap dengan outfit yang ditampilkan cukup ampuh membawa TTP sampai babak Top 12.  Dukungan sms pun terus mengalir agar kontestan asal Surabaya ini tetap bertahan di jajaran talenta Indonesia's Got Talents. Hal ini pun tak lepas dari dukungan orang tua masing-masing personil To The Point.

“Kami bangga To The Point bisa menjadi trendsetter anak-anak muda,” ujar ayah Fanny yang merasakan pendukung To The Point terus bertambah sejak masuk Indonesia's Got Talents.   

Di malam berikutnya, TTP tampil dengan warna warni dan komikal. Tapi jangan pandang remeh dulu. Gerakan demi gerakan  yang ditampilkan tetap kuat dan penuh energi. Bahkan Pian berkali-kali melakukan gerakan akrobatik! Keren!

Malam itu menjadi malam terakhir bagi To the Point setelah jumlah sms pendukung mereka dinyatakan tidak cukup. Fanny dkkpun meninggalkan mimpi mereka untuk tampil di grand final. Sampai di sinikah To The Point ?

“Yang pasti kami akan terus menampilkan koreografi unik dan kreatif,” tekad Fanny, Pian, David, dan Inneke. Saat ini nama To The Point sudah tercetak dengan tinta emas sebagai talenta yang tak pernah menyerah mencapai puncak prestasi.

To the top, To the Point!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar